dokterleonardo's Blog

Aku pilih salahkan kamu

Posted on: 7 December 2012

Kerjaanku berat..
Penjual makanan itu jujur..
Aku sok tau..
Dan, ini semua gara-gara kamu..

Akan kuuraikan satu persatu supaya kamu paham..

Kesalah pahaman kecil di depan kulkas penyimpanan mayat tadi pagi mengakibatkan otopsi pagi berganti jadi otopsi siang. Bagaimana tidak, kami tidak diajari memotong tubuh kaku bagai balok es. Dan tentunya akan banyak sekali kesalahan jika dipaksakan. Banyak organ yang akan terpotong tak sengaja oleh pisau-pisau tajam kami.

Sembari menunggu tubuh keras bagai gunung es itu lumer, asam lambung kian menggerus lapisan lendir di dinding lambung yang mungkin sudah tipis pada beberapa bagian. Ulahku sendiri karena mengorbankan bagian itu untuk mengurangi timbunan lemak di perut lain. Tiga periode pengaturan diet tidak sehat aku paksakan.

Hasilnya, aku dianugerahi rasa perih jika terlambat mengisi lambung ini.

Kembali ke mayat beku kami, tubuhnya mulai melunak. Air yang sengaja dialirkan melewati tubuh dingin itu tenyata membawa serta suhu rendah yang mengganggu kami ke selokan, muaranya.

Kami siap, kami sudah regangkan otot untuk membongkar semua rahasia kematian yang disimpannya. Tapi, panggilan Allah lewat adzan jumat membuyarkan niat.
Kami harus menemui sang maha tau. Rahasia ini bisa menunggu beberapa saat untuk kami ungkap.

Peregangan kedua pun tiba, pisau-pisau kami bagai berkilauan saling unjuk tajam, agar dipilih sebagai sipemotong. Seolah bersaing dengan hasrat kami. Menguak rahasia mati si mayat. Semampunya.

Tak satupun hal kecuali kamu dan sibocah kecil itu yang dapat mengalihkan keingintahuan aku pada sebab mati. Tapi kali ini, gangguan muncul dari selaput lendir di balik dinding lambungku. Asam kuat yang menggerus seluruh permukaan kosongnya menjalar hingga otak. Seandainya kamu tau, sudah barang tentu aku menerima omelan manjamu.

Teguran bu guru, menjadi bukti tidak fokusnya aku pada tujuan team.
Malu, aku malu ditegur.
Aku ingin menjadi pemuas para guru.
Para guru kematian, para peramal masa lalu yang sungguh aku kagumi.

Walaupun begitu, tujuan tetap tercapai, rahasia mulai terkuak. Kami hanya menunggu konfirmasi dari para pemikir di depan mikroskop.
Para ahli potongan tubuh. Membuktikan tuduhan kami benar. Dan dapat kami sampaikan kepada tuan pengadil di forum terhormat sana.

Rasa panas itu kembali menjalar

Dan, sungguh suatu kebetulan waktu datangnya beriringan dengan waktu renungku di saung depan rumah, ya.. Aku menyebut ruang singgah tubuh tak bernyawa ini dengan sebutan “rumah”.

Aku langkahkan kaki. Ke tempat dimana aku bisa memuaskan paru kotor, otak letih, otot tegang dan sudah barang tentu perut buntalku.
Sempat terfikir untuk sekedar mengisi sudut atas si lambung, namun siluet wajah cemberut kamu urungkan niat. Aku tak ingin senyum manja itu berubah jadi paras khawatir.
Aku melangkah mantap ke sektor makanan berat.. Berfikir beberapa waktu untuk memilih.
Sungguh sulit menetapkan pilihan.

Ada satu menu yang menarik sudut mataku, “ayam kelenger”.
Dibakar bersamaan dengan sambelnya pak, ujar koki muda itu.

Aku berdarah padang, tempatnya sipecandu pedas.
Ah seberapa pedas sih, aku tak percaya perut padangku tidak mampu mencerna

Kupilih asal menu itu.

Aku menyesal.

Ini diluar seleraku.

Siapa yang bisa kusalahkan?

Pedagang itu sudah peringatkanku sebelumnya.

Aku memilih salahkan kamu. Iya.. Kamu…
Kamu yang biasanya memilihkan menuku.
Seandainya kamu tidak terpisah ratusan mil dari aku, sudah barang tentu kau yang atur semua.
Sudah pasti kau tau apa yang aku butuhkan.
Dan tentunya rasa terbakar di lambungku tak perlu aku bawa pulang ke rumah.

Maaf, aku tak punya orang lain lagi untuk kusalahkan

Dan menyalahkan kamu adalah bentuk lain dari kerinduan yang amat sangat

Advertisements

5 Responses to "Aku pilih salahkan kamu"

hehe asyik tulisannya..
sama kayak saya beberapa hari yang lalu, keasikan kerja di depan komputer ternyata jam makan sudah lewat sampai jam 2 siang..
terlambat 2 jam tapi efeknya luar biasa, asam lambung naik.. dan rasanya? jangan ditanya 😀

Iya nih,… Miss nomention yg harus disalahkan ‘ne
Harusnya dia ada disini…
Bukannya nyusul aku ke masa depan… 😉

ah semakin menarik tulisannya… hehe.. keren banget mas! 😉

Waduh.. Belum cocok dipuji nih nona…
Kritik dulu ajaa…
🙂

saya bicara apa adanya mas, emang asyik kok 😉

kritikan saya sudah dibenahi kok, typonya sudah berkurang :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements

    • Bayu Fajar Pratama: *idul adha maksud saya dok hehe :D
    • Bayu Fajar Pratama: Harus potong kambing lagi dong saya, dok -_- Selamat hari raya iduladhs. Mohon maaf lahir dan batin ya dokter :)
    • dokterleonardo: Hahahaha, iya bay.. tuker nama bay... terlalu banyak nama bayi di contact gw 🤣🤣

    Categories

    %d bloggers like this: