dokterleonardo's Blog

lima penggal kisah dalam empat tahunmu

Posted on: 12 August 2014

Surat untuk anakku…

Entah tulisan ini akan engkau baca kelak, atau terhapus oleh zaman, tersembunyi dibalik ilmu pengetahuan yang terus menuntut ruang penyimpanan kepada para hamba ilmu sehingga letak surat ini akan terpojok di sudut kelam, atau bahkan engkau tidak pernah berniat menelusuri rekam sejarahmu, sekelebat kisah yang bisa kuingat saat ini.

Entah ayah masih bernapas di sampingmu saat tulisan ini kau baca, entah seperti apa kisah hidup kita kelak di masa yang akan datang, entah kau akan menangis membaca surat ini, entahlah nak.

Aku akan tetap menuliskan kisah ini.

Sama seperti jejaring sosial yang pernah kubuat atas namamu, agar dunia mendengar kedatanganmu, empat tahun yang lalu.

Saat ini ayah, bunda dan adik kecil dalam perut bunda terpisahkan sangat jauh dari sosok kecilmu. Kalau tidak salah kuingat tiga ribu dua ratus kilometer dari titik tempat kau berdiri sayang. Kelak kalau sudah bisa kau cerna bagaimana menghitung, akan kuajarkan cara menduga seberapa menit, jam, atau hari perjalanan yang harus kita tempuh untuk saling bertemu.

Surat ini bukan untuk membahas itu nak, aku ingin menceritakan lima kisah dari empat tahunmu.

Kelahiranmu adalah hadiah buatku, bukan buatmu. Aku mendapat kebahagiaan tak terkira saat itu. Tak peduli aku akan sedikitpun urusan dunia, ujian izin praktek yang gagal berkali-kali pun tak kuhiraukan demi memandangi wajah mungilmu nak. Tapi, Sang maha pemurah tak tanggung-tanggung memberikan hadiahnya, kelulusan kudapatkan bersamaan dengan kelahiranmu. Aku diberikan segala hal yang selalu menjadi mimpi dalam malam-malamku.

Tahun pertama adalah satu-satunya tahun dimana sebuah hadiah kecil mampu ayah berikan. Beriringan dengan doa, aku potongkan dua ekor kambing untukmu. Ratusan kerabat, relasi, guru, mahasiswa ayah memenuhi rumah kecil kita, ikut merayakan hari jadimu. Kau digendong puluhan orang bergantian bak raja. Iya serupa nama yang kutitipkan padamu.

Tahun kedua aku hadiahkan kau tetesan air mata. Sejuta prahara menerpa kita. Hanya ketegaran untuk bertahan yang bisa ayah persembahkan di hari jadimu. Aku ingat, disela pilu yang kala itu harus kutelan, aku sempat menghias potretmu. Kutuliskan beberapa kata dan janji disana. Kukuatkan hati kita untuk terus berjuang. Entah kau anggap itu kado atau tidak.

Tahun ketiga, aku sudah melupakan semua kiamat masa lalu kita. Tetapi belum dapat kuberikan kau pesta mewah seperti anak-anak bangsawan. Aku terikat perjanjian dengan ilmu. Aku yakin kau paham, ini demi masa depan kita kelak. Demi menyekolahkan kau setinggi yang bisa diharapkan anak manusia. Aku tuliskan beberapa bait puisi untukmu nak. Aku bukan pujangga, aku bukan sastrawan, aku hanya seorang ayah yang sedang meneteskan beberapa bulir air mata rindu. Rindu akan anakku yang meniup lilin ulang tahunnya sendiri.

Dan hari ini, disela tarian jemari lelah ayah pada tombol-tombol komputer ini, merangkai kata demi kata yang akan menjadi kunci untuk perkumpulan kita kembali, menyelesaikan perjanjianku pada ilmu, ayah tak kuasa menahan rindu. Hendak memelukmu kuat, membawamu berlari dan mengabulkan semua pinta.

Lima kisah singkatmu yang terlintas detik ini.

Yang cukup adequat mengantar logikaku pada lamunan.

Sebuah mobil mainan yang pernah kau pinta beberapa pasang hari yang lalu masih kuingat. Dan pasti kujanjikan dalam hati.

Selamat ulang tahun nak, selamat panjang umur, dan semoga semua doa dalam sujud ayah dan bundamu didengar oleh Penguasa Alam semesta.

#kamar jaga PPDS Forensik FKUI

-ayah-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements

    • Bayu Fajar Pratama: *idul adha maksud saya dok hehe :D
    • Bayu Fajar Pratama: Harus potong kambing lagi dong saya, dok -_- Selamat hari raya iduladhs. Mohon maaf lahir dan batin ya dokter :)
    • dokterleonardo: Hahahaha, iya bay.. tuker nama bay... terlalu banyak nama bayi di contact gw 🤣🤣

    Categories

    %d bloggers like this: