dokterleonardo's Blog

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

   
Negeri ini sangat indah, dengan berjuta keelokan alamnya, dengan beraneka ragam hayati. Surga khatulistiwa kalau sebutan mereka pada kami. Belum lagi kalau kusebut adat istiadat kami yang tidak akan kau temui di belahan dunia manapun. Sungguh, inilah yang membuat bangsa ini dijajah berabad abad dimasa lalu.

Aku berkesempatan menjelajahi sejengkal tanah surga ini, mungkin bukan alam tak terjamah seperti yang para petualang jajaki. Namun, tidak ada deru kendaraan bermotor, tak tercium asap pabrik, tak terdengar pekik pencitraan para raja menurutku adalah alam tak tersentuh biadabnya manusia. 

Aku melarikan diri dari hingar bingar kehidupan modern dusunku.

Aku berteman perahu tua dengan dayung lapuk, mengarungi sudut sungaiku yang mungkin bukan terdalam lagi diseantero negeri ini.

Aku bertemankan joran bambu, dan kail berkarat.. Mencoba menemui ikan ikan sisa, yang tidak tersuapkan racun, dan tidak tersengat accu milik mereka sang tuan maruk.

Dipuncak perahu ini, kukibarkan secarik bendera lusuh, yang mulai lapuk dimakan rayap kapitalis. Warna merah nan berani yang telah memudar, sesuai dengan mulai pengecutnya laskar kami dalam memagari kampung ini. Warna putihnya yang melambangkan kesucian pun telah ternodai oleh kusamnya hati nurani.

Namun merah putih tua ini tetap berkibar, meskipun tau tak banyak darah yang akan tertumpah untuk membelanya.
#aku yang masih ingin melihat bendera ini berkibar gagah

Advertisements

sungguh aku harus tersenyum bahagia, miris atau bersedih nak.

Aku merasa de ja vu akan keadaan hari ini. Aku merasakan kepedihan yang mendalam akan kebahagiaan 

Hari ini genap setengah tahun kelahiranmu, mungkin bagi sebagian orang tak berarti, tapi tidak sama halnya dengan kami, ayah bundamu.

Ulang tahun setengah matang kalau kelakarku pada mereka.

Sungguh merupakan suatu anugerah mengingat saat kau dikirim ke hadapanku lewat rahim ibumu nak.
Namun, demi cita cita membesarkan kalian dengan layak, Harus kutinggalkan kau jauh diseberang sana

Aku hanya melihat tumbuhmu dari foto, dari setiap momen yang bisa diabadikan ibumu

Walaupun tak cukup, kupaksa bibir ini tersenyum, kupaksa batin menerima.
Dulu abangmu, dan sekarang kaupun harus tumbuh jauh dari pandangan ayah.
Semoga tiap untaian doa selalu menjagamu sehat, sholehah, dan selalu menghadirkan bahagia di rumah kecil ini. Dan semoga tetes air mata diujung doaku didengar oleh Sang Maha Pemberi.

Berkumpul bersama kalian.

#ayah

entah akan kukokang bedil esok hari.

Aku tau, musuhku tak sepadan.

Aku takut, ucapku pada lidah
Entah akan kutembak para penghadang itu

Aku sadar, tenagaku tak seberapa

Aku gemetar ucapku pada lidah
Tapi aku yakin, tak ada hari esok tanpa peperangan ini

Tak ada gelak tawa tanpa kulalui pertempuran ini

Tak akan lepas kami dari jerat ini

Jika tak sanggup kupenggal jendral perang mereka
Aku hilang kepercayaan pada goyahku

Aku curiga pada bimbangku

Aku sangsi pada gidikku
Aku terjun

Aku akan mengamuk

Aku yakin lidahku telah berhasil kubohongi

Aku tak akan berhenti meradang

Walau tau, nyawaku tak lama
#rdg16 030615

Wanita ini yang tubuhnya tengah mekar, lingkar perutnya bertambah entah dia atau tiga kali lipat.
Lingkar lengan dan pahanya pun membesar.
Pipi semakin membulat
Tapi entah kenapa dia terlihat makin cantik di mataku

Suara cempreng, kadang melengking kadang tak terdengar, terkadang sulit diikuti, terkadang nyinyir.
Tak henti mengeluarkan omelan manja.
Tapi entah kenapa aku mendengarnya bagai untaian nada

Sifat kekanakan, penuh rajukan, terkadang tak logis.
Sesekali ia terisak dalam haru.
Tapi entah kenapa dia terlihat dewasa di mataku

Iya
Dia istriku

Dalam bencinya akan racun.
Tak tega dia biarkan aku meracau.
Di berikan jarak, agar aku dapat melirik kelamku

Iya
Dia istriku
Hanya aku

Kali ini kembali kepada episode curcol.

Aku mulai senang menulis, walaupun tak pernah puas akan tulisanku, masih menyembunyikan hasil ku, masih merasa tulisanku hanya sampah yang mungkin tak bermakna.

Namun, kala keinginan menulis itu muncul, aku dapat bertahan di hadapan layar ku berjam-jam, berhari-hari. Mematut tiap untai kata, membongkar pasang setiap detil, apapun.

Seorang guru meyakinkan bahwa suasana melankolis adalah trigger ku. Aku memang selalu ingin menulis jika gundah. Menurutnya, itu gayaku.

Pernah sesekali aku menuliskan kebahagiaan, namun menurut mataku, tidak ada ledakan dalam tulisan itu. Tak seperti kesedihan yang mendayu-dayu, kebahagiaan tak bisa ku lontarkan dalam kata2. Apakah aku memang manusia dari masa sedih, sehingga ideku hanya tangisan.

Semangat yang berapi-api, cita2 dan harapan sepertinya bukan bagianku.

Apakah harus kuhentikan keran sendu ini? Agar tetesan gembira mengucur dalam cawanku.

#RSCM mengumpulkan semangat untuk TULISAN WAJIB KU

beberapa hari yang lalu, tak sampai satu sentimeter mu

 

sebuah kantong ajaib,

berisi cairan

dan entahlah nyawa sudah mengisi ruang kecil itu atau belum,

hanya Illahi yang mengetahui saatnya.

 

aku pernah memiliki saat ini sebelumnya,

ketegangan yang berujung tangis bahagia saat kentong kecil itu berbuah

sepasang mata bening, paras elok, dan tangis renyah.

 

saat ini bidadari milikku, akan melalui tahapan penyempurna langkahnya

tertatih saat kentong kecil itu meronta nakal dalam gumpalan otot terdalam, merintih meminta usapan mesra padanya.

 

dan aku….

aku hanya tertegun, haru, bangga, dan takut

hanya berteriak doa dalam keheningan dunia yang hiruk pikuk.

semoga bidadariku tetap tersenyum dalam tatihnya…

semoga kantong itu kembali berbuah sepasang mata bening, sempurna, pelengkap kami.

 

12 Mei 2014

#kamar jaga PPDS Forensik

while typing my report

Aku melayangkan komplain ringan setengah menggoda tentang film dangkal, tanpa alur menarik, tanpa aksi menawan, tentang ekonomi, berdurasi panjang dan kami tonton dalam siksaan hipotermi plus desakan miksi.
Dan setengah tersipu, wanitaku menjawab..

“Aku pilih karena nama pemerannya
serupa dengan namamu.”

Do you have anyone better?

🙂


Advertisements

    • Bayu Fajar Pratama: *idul adha maksud saya dok hehe :D
    • Bayu Fajar Pratama: Harus potong kambing lagi dong saya, dok -_- Selamat hari raya iduladhs. Mohon maaf lahir dan batin ya dokter :)
    • dokterleonardo: Hahahaha, iya bay.. tuker nama bay... terlalu banyak nama bayi di contact gw 🤣🤣

    Categories